Random-day (^_^)/
Kemarin malam aku shift siang, pulang pukul 20.00, aku cukup lelah tetapi aku sempatkan diri untuk bercengkerama dengan teman-teman kos sejenak di teras dan kemudian teringat untuk mengangkati jemuran (gerimis datang). Setelah itu aku masuk kamar untuk beristirahat. Di dalam kamar aku menyantap jatah makan malamku yang sengaja aku bawa pulang dan berakhir dengan tidur pulas.
Paginya aku terbangun oleh telpon dari seorang sahabat, dia menanyakan beberapa hal seputar pekerjaan. Kami pun memutuskan untuk berangkat kerja bersama dan merencanakan untuk melakukan suatu kegiatan mengasyikkan sepulang kerja.
Pekerjaan ramai lancar tetapi tidak seheboh hari pertama, aku masih bisa bercanda, ngemil, dan melakukan aktivitas lain diluar line-phone. Hingga di pertengahan hari, aku dipanggil oleh team leader dan dikonfirmasi perihal jadwalku. Dengan yakin aku menjawab bahwa aku menggantikan si A yang berhalangan hadir. Nah, kemudian dipanggilah seorang temanku yang lain dan dengan jawaban yang sama, dia juga datang untung menggantikan si A. Ternyata oh ternyata, aku yang salah. Seharusnya aku menggantikan jadwal A untuk Rabu minggu depan, bukan rabu ini!!
OMG, malunya aku… udah rajin-rajin ngangkat telpon.
Aku berniat untuk pulang tetapi dicegah dan disuruh untuk menunggu sampai makan siang datang. (OK, anggep aja ini upah kerjaku hari ini, setidaknya aku nggak jadi romusha). Diluar dugaan ‘orang-atas’ memutuskan untuk tetap menghitung kinerjaku hari ini. Jadi bakalan tetep dibayar dan katanya aku orang yang beruntung.
Jujur aku sudha ikhlas karena ini memang salahku yang tidak teliti membaca SMS. Tetapi kata team leader-ku : “karena kamu sudah ikhlas, maka kamu beroleh upah-nya” (Woww, aku terharu). Akupun lanjut login dan memakai soft-phone ku dan bekerja dengan lebih baik.
Pulang kerja, aku dan temanku berganti kostum dan bersiap untuk acara selanjutnya yakni pemotretan. Kita mencari spot yang penuh pepohonan (kayak video klip lagu-lagu India gitu). Hahaha, untung suasananya mendukung dan kami merasa tidak ada yang mempedulikan kelakuan kami (misalpun ada, EGP!!). Puass banget rasanya bisa mengekspresikan diri tanpa jaim-jaiman. Kayaknya bakal jadi agenda refreshing kita nie, mari berburu spot menarik di kota ini.
Foto-fotonya menyusul yakkk….
Upssss, keasyikan melakukan kegiatan dadakan ini, aku baru inget kalo harus ngelesi. Akhirnya aku telat gitu, untungnya adiknya memaklumi. Hehehe, maaf ya Dik,..kakak sedang butuh relaksasi sejenak dari kepenatan rumus dan kerjaan.
Malamnya aku juga lupa kalo janjian mau nraktir advent sigombing, dia mengirimkan SMS dan aku menjawab dalam posisi sudah kekenyangan. Akhirnya acara dibatalkan. Sorry ya, next time pasti aku traktir sepuasmu.
Uhm, selebihnya aku lebih fokus untuk men-sket jadwalku agar tidak bentrok dan tidak ada kekeliruan lagi. Puji Tuhan,semua bisa aku lobi sehingga agenda untuk wisuda bisa terlaksana tanpa harus bentrok dengan jadwal kerja.
Oh, iya…besok longweekend dan aku masih harus bekerja. Awalnya aku merasa kesal dan terpaksa, tetapi setelah bersikap ‘nerimo’ justru aku merasa bahagia. Mungkin aku malah bosan kalo nggak ada kerjaan di rumah dalam waktu yang lama. So, let’s do our best n let’s be happy!!!
Hidupku Kebahagiaanku
Hari ini hari untuk refreshing. Setelah seharian nemenin ponakan di rumah, aku berangkat ke Yogya untuk menonton film. Udah lama nggak ke bioskop, jadi aku memanfaatkan momen libur untuk nonton film bersama beberapa teman. Sebenarnya aku nggak gitu ngerti nie film tentang apaan (cuma tau genre-nya action). Tapi dengan komentar beberapa temen kalo film ini bagus akhirnya akupun penasaran ingin menontonnya.
“The Avengers… kerennn, apalagi 3D, jadi berasa beneran kena serpihan2 n ketabrak pesawat tempur gitu <<
Setibanya di kos aku segera cuci muka dan bersiap membuka laptop (biasa update twitter n fb). Beberapa saat kemudian ada seseorang mengetuk pintu kamarku. Ternyata seorang teman menanyakan jadwal misa hari raya kamis besok. Akupun memberikan lembaran teks misa kemarin yang memuat jadwal tersebut.
Entah apa yang memulainya, kami ngobrol banyak…Ternyata dia bukan orang sembarangan, secara spiritual aku kalah jauh. Well, ternyata dia bekerja di bidang kerohanian gitu. Ternyata selama ini dia jarang 'maen' karena harus bikin teks misa, dll. Wowwwww, aku terpana (bahkan aku tidak tau apa itu Jesuit)!!
Pembicaraan panjang lebar mengakibatkan aku curhat tentang beberapa hal yang menurutku 'krusial' dan aku menemukan jawaban yang sungguh menenangkan jiwaku. Dengan sabar, dia mendengarkan 'kekecewaanku' dan ternyata kita mempunyai banyak kesamaan problem dan aku berusaha belajar dari dia bagaimana menyikapinya. Aku menanyakan beberapa pertanyaan, bagaimana sudut pandangnya?? (awalnya aku takut), tapi diluar dugaan jawabannya sangat melegakanku.
Benar sekali, aku masih punya banyak PR…
Bagaimana menghargai diri sendiri (bukan 'harga' dari pemikiran orang lain),
Bagaimana menemukan 'cinta' yang sesungguhnya,
Bagaimana menemukan kebahagiaan sejati,
Malam ini, aku ingin menangis dalam kebahagiaan.
Terima kasih, kakak…
Love Rain
Awal pertemuan mereka, gara-gara HP!!!
Diawali dengan tweet dari seorang sahabat, “Aku lagi download Love-Rain” Aku pun penasaran..googling sejenak hingga akhirnya aku teringat kalo itu judul drama yang dibintangi Jang Geun Suk dan SNSD’s Yoona. Pada awal pembuatan drama, aku sesekali update info tentang mereka, lagi syuting di Jepang-lah,apalah… hingga akhirnya aku tenggelam di penjara bernama skripsi. Sekarang aku udah bebas, dan aku bisa mengamati oppa-ku dengan baik.
Sebagai penggemar Jang Geun Suk, aku antusias untuk menontonnya. Apalagi lawan mainnya si Yoona yang banyak dipuja kaum hawa… Baiklah langsung saja aku menontonnya dan ternyata tidak bisa berhenti. Aku menonton episode 5-9 dalam sehari, hahaha…alhasil aku sekarang kekurangan stok, karena baru ada sampai episode 11.
Diamond-snow
Aku paling suka pemandangan diamond-snow, kerennnnnn!!! Berharap bisa kesana dengan seorang yang kucintai (mulai terpengaruh drama). Aku suka juga profesi mereka dalam drama, fotografer dan gardener. Keduanya melibatkan cita rasa seni, dan aku suka tanaman.
Dan aku baru menyadari kalo JGS tuh jago kiss scene, total banget dia tuh!! (Ya, kapan lagi bisa nyium Yoona sepuasnya, hahaha).
Semoga happy ending n rating-nya bagus!! Good job oppa… Yoona juga!!!
Gelar Kebanggaan
Sesaat sebelum yudisium …
Thanks Dwi buat instagram-nya ^^v
Hari ini, Senin, 30 April 2012 pukul 09.25, gelar sarjana sains telah resmi melekat padaku.
Pagi ini pukul setengah delapan, aku meninggalkan Unin n Dwi di warung bubur dekat AA-YKPN. Aku takut telat dan untung aku nggak telat. Ada dua orang yang telat masuk ke ruangan dan itu artinya mereka berdua ditunda yudisium periode berikutnya (bulan Mei) dan itu artinya nggak bisa ikut wisuda Juni besok…harus ikut wisuda september/desember (gosipnya sih bakal diundur desember). Nah lo, bukannya buang-buang waktu tuh??
Jadi keputusanku untuk meninggalkan mereka di warung sudah tepat, hahaha..piss!! Aku nggak menelantarkan begitu aja lho ya, kan wis tak sangoni ^^v
Kebanggan tersendiri, ketika namamu dipanggil pertama di antara teman-teman seprodi. Mengapa?? Karena itu berarti berada di posisi ‘dengan pujian’, Ayah-Ibu ini kupersembahkan untuk kalian. Senang sekali rasanya, apalagi saat pak dekan juga turut berbangga hati karena sebagian dari kami adalah angkatan 2008 yang lulus dalam waktu kurang dari empat tahun.
Selanjutnya ada rencana untuk lanjut S2 sesuai saran dari Ayah. Semoga ini yang terbaik untukku dan masa depanku, sambil jalan, aku juga mau nyari kerjaan (walopun sampai bulan Juni udah ada kontrak kerja).
Terima kasih Tuhan, atas rahmat yang Kau berikan padaku.
Berkatilah dan tuntunlah selalu langkahku.. Ini bukan akhir perjalananku, tapi langkah awal menuju kehidupan baru yang lebih kompleks dan dunia global yang menantang. Aku harus bisa menunjukkan kualifikasiku sebagai sarjana.
Do the best,
Artika K, S.Si.
#Kemungkinan untuk wisuda periode Mei/Juni besok akan diselenggarakan di GOR, mengingat peserta-nya cukup banyak. Berdasarkan pengalaman nonton basket kemarin, imajinasiku : posisiku duduk di tengah bersama wisudawan yang lain (arena main basket kemarin) dan orang tuaku di tribun. Kemudian saat aku maju ke depan rektor, mereka akan berteriak sambil tepuk tangan >> prok..prok..prokk..ticka,..prok..prok..prokk!!
(Oke, lupakan saja!!) hahaha…
Pembimbingku, Inspiratorku
Andini, Retno,Bu Kismi, Me, Dani, Nana
Salah satu kunci sukses bisa lulus cepat adalah dosen pembimbing skripsi yang tepat. How lucky I am!! Aku sudah merasa klik dengan beliau sejak semester empat. Selama kuliah hampir empat semester itu, aku merasa dengan beliaulah aku bisa sangta memahami mata kuliah. Mungkin ini juga karena faktor penguasaan materi dan kemampuan mengajar, pokoknya aku sama sekali tidak mengalami kesulitan selama belajar dengan beliau, semua jelas-las-las-las.
Udah pada ujian,jadi bisa SMILE
Namanya adalah Ibu Kismi..beliau pada waktu itu mengampu mata kuliah analisis regresi dan rancangan percobaan. Sejak saat itu aku mempunyai keinginan yang kuat bahwa beliau-lah yang harus menjadi dosen pembimbing skripsiku. Sempat terdengar rumor bahwa beliau akan melanjutkan studi ke luar negeri dalam waktu yang lama. Aku sempat panik, bagaimana dengan skripsiku?? Namun, Tuhan berkehendak lain, di detik-detik terakhir menjelang keberangkatan beliau untuk melanjutkan studi S3 di Amerika, aku dan beberapa orang temanku berkesempatan untuk dibimbing oleh beliau.
Awalnya perkiraan keberangkatan adalah bulan september, namun diluar dugaan, ternyata diajukan jadi awal Mei. Berpacu dengan waktu, aku berusaha sebaik mungkin mengerjakan skripsiku. Beliau sangat membantu, bahkan sampai sore bersedia meluangkan waktu agar skripsi kami bisa selesai sebelum beliau berangkat. Aku sangat terharu, beberpa kali sempat bimbingan dengan kondisi Ibu Kismi kurang fit (terlihat pucat), mungkin karena kelelahan antara kewajibannya sebagai dosen,persiapan ke luar negeri, dan gangguan dari kami yang selalu ingin berkonsultasi.
Dua bulan berlalu, saat ujian skripsi di kala aku kesulitan merangkai kata, menjawab pertanyaan penguji, beliau selalu membantuku. Sungguh,beruntung sekali aku menjadi mahasiswa bimbingannya. Hanya satu yang terpikir pada waktu ujian berlangsung : aku harus menampilkan yang terbaik agar membanggakan beliau sebagai dosen pembimbing.
Besok (tgl.1 Mei), beliau sudah berangkat ke Jakarta. Jumat kemarin, aku, dani, nana, andini, dan retno (mahasiswa bimbingan beliau) memberikan kenag-kenangan kecil berupa jam tangan. Bungkus kado warna ungu, disesuaikan dengan warna favorit bu Kismi. Beliau terharu dan tak kuasa menahan air mata. Kami bingung dan sempat mati kata, hingga akhirnya seorang teman memecahkan suasana dengan ide foto bersama. Walopun kurang dipersiapkan dengan baik, tapi moment ini sungguh unforgetable moment…
Ibu, kami benar-benar menyayangimu dan sangat berterima kasih atas semua ilmu pengetahuan, bimbingan, masukan, saran, dan doa yang diberikan hingga kami bisa sampai sejauh ini. Kami lulus sekarang ini, berkat Ibu. Tiga tahun mendatang, jika diberikan kesempatan untuk bertemu dan berkumpul kembali, kami berjanji akan menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih sukses dari sekarang. Sukses untuk S3-nya, jangan lupa saling berkirim email ya Bu..
Ibu benar-benar inspirator yang luar biasa hebat bagiku!!
First Experience “Live-NBL”
Nah, kalo ada asisten kan jadi bisa difotoin kan Wix??? hehehe…
(asisten 1 : Unin >>pegang kamera, asisten 2 : aku >> pegang snack hahaha)
Aku udah beberapa kali mendapat ajakan dari Dwix buat nemenin dia nonton basket. Terakhir kali, dia ngajakin aku ke solo..tapi berhubung aku sibuk n jujur nggak begitu suka olahraga, jadi aku sering kali tidak bisa mengiyakan permintaannya. Kesempatan kali ini, pertandingan dilakukan di GOR kampusku. Beberapa waktu ini kampusku emank lagi IN urusan olahraga, maklum fasilitasnya memang memenuhi, karena ada fakultas ilmu keolahragaan di kampusku.
Aku berpikir, kali ini adalah waktuku untuk menemaninya. Sumpah, jarang banget deh bisa maen bareng Dwix, aku libur dia kerja.. Aku kuliah, dia seharian main di Yogya (biasanya nonton film, wisata kuliner, n ke toko buku). Hari minggu, aku janjian ama Dwi buat nonton quarter final NBL. Dia kerja nyampe jam3 sore, sementara aku free tapi ada saja kegiatan hingga ke Jogjanya-pun baru sekitar jam 4 sore. Bertiga dengan unin, kami menyaksikan pertandingan di pojokan tribun (full banget). Baru kali ini aku n unin liat pertandingan basket (nasional) dan ditayangin TV pula.
Pas awal mau berangkat takut saltum (Ok, ini nggak se-ekstrim pertandingan bola kok). Ternyata asyik juga, aku yang nggak tau nama club-club dan pemain-pemainnya asal aja *ngikut Dwix*, dia dukung mana, aku ikut dukung itu. Beberapa menit pertama,masih beradaptasi..lama-lamaaku larut dengan irama lagu,tepukan, dan teriakan penonton.
Hahaha, seruuuuu…prok-prok-prokkkk SM (ndukung Satria Muda Britama). Yeee, puas banget menang..
Fakta tentang basket >> bakalan banyak cowok keren, hahaha… biasalah, pesona pemain basket; tinggi, putih, dan lincah ^^v
Thanks to Dwi, udah ngasih pengalaman berharga ini. Aku jadi tau seheboh apa suasana di lapangan, euforia di tribun, desak-desakan, ketemu idola, dan kalo beruntung bakal kena lempar bola. Ckckckckkk…
#mau nyari motor aja pake acara pikun. Beginilah kalo jarang berkeliaran di wilayah kampus. Nyampe kos sekitar pukul setengah 12 malam, mau beli nasgor tapi malu ama bapak-bapak yang ronda malam, alhasil tidur dengan perut ndangdutan.. Nggak papalah, paginya aku lunasi dengan semangkok bubur n segelas teh hangat, moga perut kalian nggak ngambek lagi#
salam buat SM #24 dan Aspac #0
Berpacu dengan Waktu
Lulus ujian skripsi mepet dengan batas waktu pendaftaran yudisium n wisuda tuh ‘sesuatu’ bangetlah!! Benar-benar menguras tenaga, pikiran, dan tentunya DUIT.
Apa sih yudisium? Dulu aku taunya cuma wisuda doank.. Ternyata justru di yudisium inilah resminya kita lulus n bergelar sarjana. Tiap bulan ada yudisium, yang biasanya diselenggarakan tiap akhir bulan, namun batas pendaftarannya (untuk fakultasku) adalah tanggal 26 tiap bulannya.
Periode wisuda paling dekat adalah bulan Mei (kemungkinan mundur jadi Juni), yang jelas batas akhir pendaftaran wisuda adalah tanggal 4 mei. Itu artinya, untuk bisa ikut wisuda Juni, aku ahrus yudisium BULAN INI.
Sekarang tanggal berapa?? Udah tanggal 25 dan besok adalah hari terakhir.
udah tiga hari ini,dari pagi mpe sore aku berkeliaran di kampus (udah dari jumat sich). Dulu pas kuliah sih boro-boro seharian, dua jam kosong aja langsung cabut meninggalkan kampus. MAsalahnya sekarang butuh dan darurat, nungguin dosen-dosen berjam-jam. Kadang janjian jam berapa, dilayani jam berapa.. Antre minta tanda-tangan (pengesahan), fotokopi, jilid, bayar ini-itu, blablabla…
HAri ini, aku di kampus sampai jam 4 sore dan puji Tuhan, semua berkas udah di tangan. Besok tinggal ngumpulin (moga nggak ada yang kececer).
Awalnya dulu aku sempet pesimis, apakah mungkin?? Tapi kayaknya si dewi fortuna tuh menclok aja di aku. Kata Enti, “Tuh kan, jalan kamu tuh kayak jalan tol!!Lancar terus…” Bertemu dengan kakak tingkat, aku mendapat kata-kata mutiara : “Dik, justru disinilah sensasinya…malah berasa, dan besok kalo lulus, kita bener-bener lega & puas, karena perjuangannya cukup melelahkan.” Uhm, bener juga sih. Kalo yang nggak dikejar deadline wisuda, kan bisa santai… nggak bisa yudisium bulan ini, yaaaa bulan besok.
Dan akhirnya kembali ke pantun zaman SD:
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian…
Bersakit-sakit dahulu, senang kemudiannnn…
Salam sukses,
Semangat!!!
Hebatnya Ponakanku
Nadia n kereta dorongnya
Weekend ini aku berniat menghabiskan waktu di jogja, Jumat aku seharian ngampus dan cuma bisa meluluhkan hati seorang dosen (red. dapet acc dari satu dosen penguji), masih kurang dua dosen dan akan aku lanjutkan senin besok. Sabtu, mulai jam 10 ada pelatihan call center dan aku diminta untuk mendampingi rekan-rekan yang baru bergabung. Rencananya minggu mau nonton basket, ehh ternyata mis-kom ama dwi,..dia ngajakinnya nonton pas final (minggu depan), bukan minggu ini. Akhirnya karena kesepian di kos, aku pun memutuskan untuk pulang setelah selesai pelatihan (sabtu siang).
Lagi-lagi di tengah panas yang bikin kakiku terbakar (puanasss dan aku cuma peka sandal jepit), aku pengin pulanggg…ada alasan sich : ngambil Ijazah n STTB SMA buat administrasi yudisium, tapi sebenernya tanpa aku pulang, tuh ijazah bisa dititipin Advent. Oke, jujur deh..aku pengin ketemu NAdia.
Sampai di rumah Nadia sedang tiduran dengan mama-nya. Setelah cuci tangan, aku mendekatinya dan mama-nya meninggalkan kami berdua. Beberapa saat kami bercanda bersama dan mendadak dia miring-miring gitu. Memang dia harus sering dirangsang miring dan tengkurap (pesan mamiku). Akupun membantu usahanya, dia meringis..wajahnya merah ,..berusaha keras mempertahankan posisi miringnya. Aku menopang punggungnya sembari membelainya. Tinggal mengayunkan kaki, aku yakin dia bisa tengkurap. Aku menyemangatinya, dan mencoba meraih camdig untuk merekam momen berharga ini.
Huff, ternyata camdig-nya low-bat (habis dipakai foto-foto hari kartini di TK mami). Jadi, aku cuma bisa merekamnya sebentar. Aku meletakkan kamera dan dia mengayunkan kakinya.. BERHASIL!!! Kini kurang tangannya aja, aku takut tangannya kanannya seperti tertindih gitu, tapi dia nggak nangis dan malah ketawa (Dia pasti hendak berkata, “Tanteeee, aku bisa tengkurap sendiri nich, hebat kan??”). Aku segera memanggil mamanya dan eyang kakungnya. Mereka antusias sekali, woaaa…
Ternyata dari tadi siang, Nadia udah belajar keras. Dia nggak ada capeknya mencoba memiringkan badannya dan tengkurap. Ibuku (eyang putri) aja mpe kasihan ngeliat dia, takut kecapekan gitu. Tapi kalo ‘diusik’ dia malah nangis. Well, ponakanku cukup gigih dan nggak ada yang bisa menanding semangatnya.
Hari ini aku pulang ke rumah dan jadi orang pertama yang dipamerin Nadia.
Hehehe, Love you NAd!! Rajin berlatih yaa, tengkurap, angkat kepala dan badanmu, gerakkan kakiku,… (sabar tante!!).
Kisah Mengejar Dosen
Buru-buru kepingin revisi cepet kelar, kemarin malem aku tidur jam setengah dua buat ngetik revisi. Faktor penghambatnya cuma satu. Adaptor laptop-ku lagi ngambek, otomatis aku nggak bisa nyalain laptop tanpa daya itu. Aku udah antisipasi dengan meng-copy semua file skripsi ke hardisk eksternalku. Aku pulang ke rumah dan meminjam netbook kakakku. Aku baru sadar kalo di netbook kakakku sama sekali bukan pegangan anak kuliahan. Nggak ada equation math yang versi baru, SPSS, adobe reader… padahal literaturku ebooks semua. Data-dataku..untungnya aku ada masternya. Tapi mengakibatkan lembur semaleman gitu.
Pukul 08.30 aku udah nyampe kos. Niatnya mau langsung nge-print..eh, malah mati listrik. Akhirnya nge-print diluar. Trus ngampus, tumben ruang dosen kok sepi amat…1 jam berlalu, aku bertemu teman silih berganti : dari temen call center, temen KKN, anak p.mat (kok pada sliweran disini sich?). Akhirnya aku sms temenku untuk minta nomor HP dosen pengujiku ini.
Sekali konsultasi langsung ACC, seneng dech, kurang dua dosen lagi. Sambil menunggu dosen penguji lainnya yang sedang rapat, aku inget janji ketemuan ama utin perihal laptop. Akhirnya aku berniat untuk mengirimkan sms yang isinya kurang lebih sbb :
“Tin,aku belum selesai nie, masih di kampus. Lepi-ku biar di kosmu dulu aja. Aku masih lama. #mengejar dosen”
Eh, bukannya aku kirim ke utin, tapi malah aku sent ke penguji utama itu.
Aku pun kaget, kok bisa??? Dengan segera aku mengirimkan SMS lagi :
“Maaf Bu, saya salah kirim SMS”
Balasan Ibunya :
Ok, hati2 jgn smp jatuh mengejar dosen
Hoaaa, kayaknya besok senin aku mesti pake topeng dech… Habis itu aku beneran mengejar dosen yang satunya, Ibunya keburu rapat dan kita membahas revisi di dekat pintu masuk ruang rapat gitu. Haduhh, malu juga sich..ada ngeliatin n ngedengerin gitu. Tapi apa boleh buat, gapapa deh malu-maluin asalkan dapet tanda tangan. Kurang satu dosen lagi, tapi besok senin aja coz waktunya sudah tidak memungkinkan, lagipula aku berjanji untuk nonton sidang temenku Nana.
Kesimpulan : lebih enak jadi penonton, apalagi penonton yang udah ngerasain jadi peserta ujian. Berasa jadi senior gitu, kalo yang belum ujian kan bisa dua kemungkinan : lebih memahami tipe pertanyaan dan suasana ujian atau malah makin ketakutan untuk menghadapi ujian.
Okelah, aku mau istirahat sejenak dan besok akan kembali mengejar dosen lagi.
Jangan sampai jatuh ^^v
Rempongnya Pendadaran
Oke, masih seputar skripsi…
Setelah skripsiku berhasil mendapatkan persetujuan dari DPS untuk diujikan di sidang skripsi, dag-dig-dug makin terasa. Kapan ujian? Siapa pengujinya? Apa aja yang harus dipersiapkan? Dipostinganku sebelumya yang berjudul sugesti, aku sudah menceritakan kalo aku mendapat penguji yang aku inginkan kan?
Aku lega dan merasa tenang…
Masalah lain muncul : saat aku pulang ke rumah, Ibuku menyediakan oleh-oleh buat dosen pengujiku seabrek. Sempet ngambek sih, haduwww..ini ujian skripsi apa mau lebaran sich?? Untunglah aku diperingatkan untuk tidak mengecewakan mami yang udah susah payah dan mengeluarkan duit yang tak sedikit untuk membelinya. Malaikat mengirimkan Angel ke rumah, hahaha Angela maksudnya. Ceritanya dia mau ikut nonton aku ‘dibantai’, jadi sekalian aja dia kujemput n aku minta tolong bantuin bawa ‘barang-itu’.
Aku mau ngucapin terima kasih buat tim sukses-ku :
1. Utin, yang udah mau bawa kerdus gedhe dari klaten-yogya n keujanan, nyatetin pertanyaan-pertanyaan dari ketiga penguji (itu artinya kamu memperhatikan dengan sungguh, aku terharu…kamu tidak pusing/mual-mual kan waktu ndengerin aku presentasi?? *alergi matematika*).
2. Unin, yang udah hujan-hujanan meluncur ke kosku truz jadi sie konsumsi dadakan.
Uhm,twins juga udah mau mendengarkan presentasi tengah malam-ku yang masih berantakan. Habiz itu tidur desak-desakan pula, maaf ya kalo aku menjamu dengan kurang baik, terutama mengusik mimpi indah kalian..hahaha piss!!! Maklum ujiannya jam 7 pagi, jadi jam 6 harus udah siap yaakk, kan udah aku rekrut jadi panitia kecil.
3. Veny, yang udah bela-belain tukeran jadwal kerja ama temennya, trus masih aku minta berangkat pagi-pagi sekali (kamu beneran udah ngasih makan & mbikinin susu buat Mochi-Guk kan?). Terharu waktu dia buka tas dan mengeluarkan sesuatu… Taraaaa : “Ini nampannya baru lho, tadi mampir beli dulu. Habis aku nggak punya nampan yang bagus sich, udah jelek semua!!!” Hahaha, Veny baik banget sich…jika diberi kesempatan besok aku gantian yang bawa nampan buat kamu (nyinom kaliiii!!!).
4. Enty, yang udah menemani dari awal…mulai dari pemotretan ala sindhen, pesen snack, among tamu, pokoknya jadi sie ubet. Kamu memang bisa diandalkan.
Tak lupa aku juga mau ngucapin terima kasih buat
1. Jenk Santi, yang secara mengejutkan menyusup ke ruang sidang. Aku benar-benar tidak pernah membayangkan kamu bakal senekat ini (udah berusaha menyembunyikan TKP).
2. Andini, buat pinjeman charger laptopnya.
3. Retno, buat info seputar penguji, hehehe (nie anak rajin banget liat sidang).
4. Indri, Sari, Corry, Noti, Lily, yang udah dateng ke sidangku.
5. Dwi, Tri (bisa urutan gini, sayang eko nggak ada #apaan sich), Mila, Nana, Widya, Mbak Winda, Mbak Uut buat sms dukungannya
6. semuanya aja yang udah support n doain aku (udah cukup, berasa dapet panasonic awards aja!!)
Pengalaman H-1 :
Nggak bisa tidurr, mikir presentasi yang terlalu lama, ada tulisan yang masih salah, pengin belajar ini-itu, pengin rasanya tidur n tau-tau udah LULUS. Tidur jam 23.00 bangun jam3 pagi.
Hari-H :
Entah kenapa aku merasa ada angin segar, walo kadang sedikit ragu-ragu dalam menjawab, tetapi ujung-ujungnya Tuhan membimbing aku, lidahku digerakkan dengan lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Aku merasa tidak menemui banyak kesulitan, apalagi DPS selalu memberikan clue untuk memantapkan jawabanku (makin cuimtaa dech ama Ibunya, *nyanyi LOVE GIRL-nya CN BLUE*)
Oh iya, BLUE juga keluar… bukan Burning, Lovable, Untouchable, Emotional lho yaa… tapi Best Linear Unbiased Estimator… Jujur aku belum pernah liat sidang sebelumnya, jadi aku tidak bisa membandingkan seberapa lancarkah aku. Apapun nilainya yang penting aku LULUS dan cukup puas dengan presentasiku. Skripsi ini kupersembahkan untuk kalian semua yang udah mendukungku.
Tuhan memberkati, …
Next, saatnya ngerjain revisi n ngejar target yudisium april. Semangat!!!

















Komentar terakhir